Kawah Sikidang oleh: Wira Noviardi Salah satu cerita rakyat yang paling terkenal di Dieng adalah Legenda Kawah Sikidang. Terjadinya kawah Sikidang, menurut legenda yang hidup di tengah masyarakat ternyata dilatarbelakangi sebuah kisah cinta seorang raja yang berakhir tragis. Dahulu kala, sebelum terjadinya kawah, di daerah tersebut hidup seorang ratu yang cantik dan terkenal, bernama Ratu Sintha Dewi. Karena kecantikannya, banyak pemuda menaruh hati. Bahkan, suatu saat Sang Ratu di datangi oleh seorang raja yang terkenal sakti, kaya raya, dan bertubuh tinggi besar. Namanya Raya Kidang Garungan. Karena tertarik akan kecantikan Sang Ratu, Raja tersebut bermaksud meminang untuk dijadikan permaisuri. Mendengar ada seorang raja kaya dan sakti yang akan meminangnya, hati Ratu sangat gembira. Untuk mewujudkan harapannya, dengan cepat Sang Ratu keluar istana. Ia ingin melihat sang calon suami, apakah sesuai dengan keinginan hatinya atau tidak… [legenda kawah sikidang]

Panjat Pinang oleh: Nunganung Sebuah pohon pinang yang tinggi dan batangnya dilumuri oleh pelumas disiapkan oleh panitia perlombaan. Di bagian atas pohon tersebut, disiapkan berbagai hadiah menarik. Para peserta berlomba untuk mendapatkan hadiah-hadiah tersebut dengan cara memanjat batang pohon. Oleh karena batang pohon tersebut licin (karena telah diberi pelumas), para pemanjat batang pohon sering kali jatuh. Akal dan kerja sama para peserta untuk memanjat batang pohon inilah yang biasanya berhasil mengatasi licinnya batang pohon, dan menjadi atraksi menarik bagi para penonton. hadiah tersebut kemudian dibagikan kepada para peserta masing masing

esmadu: MAHAMERU : Oro Oro Ombo Oro Oro (padang/savana) Ombo (luas) adalah jalur berikutnya menuju Mahameru. Jalur di Oro Oro Ombo tidak begitu menyusahkan karena kamu akan melewati padang yang begitu luas dengan hamparan rumput dan lavender. Sampai di sini, jangan lewatkan melihat pemandangan luar biasa di sekitarmu. Selama berjalan di Oro Oro Ombo, Mahameru akan mengintip di balik bukit yang membentang, seakan menunggu para pemberani menyapanya di atas.